Selasa, 20 November 2018

Anak- Anak Jangan Bertanya, Tetapi kunjungi 4 blog ini dan kalian tahu maksud saya

Anak- Anak  Jangan Bertanya, Tetapi kunjungi 4 blog ini dan kalian tahu maksud saya
Tulisan ini hadir karena pembelajaran berbasis blog yang saya lakuakan. Tujuan dan alasan saya ‘menciptakan’ pembelajaran berbasis blog yakni mendukung program literasi nasional dan membiasakan siswa untuk menulis.

Mengapa menulis menjadi fokus?

Ini jawabanya.

Setiap mereka yang mengenyam pendidikan formal, jika berkeinginan untuk melanjutkan kuliah pasti akan berjumpa dengan skripsi, tesis, dan disertase. Proses ini idealnya dibiasakan mulai dari sekarang (jenjang SMP-SMA) supaya anak-anak terbiasa mengola kata menjadi paragraf yang padu.

Menulis bukan soal teori tetapi tentang praktik. Supaya terampil peserta didik harus dibiasakan untuk menulis.

Itulah pemahaman saya dan menjadi doktrin saya di depan kelas. Ini benar, saya seorang guru dan setiap konsep pembelajaran yang saya lakukan berbasis blog.

Saya tidak akan menjelaskan hal ini panjang lebar karena konteks tulisan ini bukan membahas pembelajaran berbasis blog.  

Apa yang saya lakukan setidaknya membuahkan hasil, beberapa murid dengan kemauan sendiri datang dan bicara, “pak saya mau buat blog, tetapi bagusnya nulis apa ya”.


Itu pertanyaan yang sering saya temui; sekarang jangan tanya lagi anak-anak, kunjungi 5 blog berikut dan kalian pasti tahu jawaban saya.

Fajar Herlambang: 

Menulis  dan memfoto caraku mencintai Indonesia

Blogger palembang yang memiliki semacam tagline, menulis dan memfoto caraku mencintai Indonesia. Memberi kesan tersendiri, apa adanya bukan ada apanya.

Anak-anak kalian bisa lihat melalui tulisan-tulisannya, ‘mengalir’ dan pembaca (setidaknya saya) seperti diajak untuk mendengarkan cerita bukan membaca tulisan.

Itulah yang saya maksudkan, tulislah apa yang kalian pikirkan dan ceritakan pengalaman yang kalian alami. Abaikan sejenak formalitas  Bahasa Indonesia baku karena hal itu adanya di ruang kelas, di blog mari kita melatih diri supaya terampil.

EYD mari kita bahas pada ruang dan waktu yang berbeda.

Semacam refleksi:

1.     Teori tentang tata Bahasa dari guru Bahasa Indonesia memang penting, tetapi apa artinya sebuah teori jika kalian belum bisa memindahkan “isi kepala kalian ke laptop atau gadjet”.

2.     Terlalu pintar berteori tidak akan memiliki keberanian untuk melakukan, maka lahirlah manusia yang hanya bisa berteori. Saat diminta menulis tidak ada satu tulisanpun yang jadi.

3.     Saya tidak mengharapkan kalian seperti itu, oleh karena itu, tulislah apa yang kalian ingin tulis dan ceritakan apa yang kalian alami,

4.     Pakailah gaya dan ciri khas kalian sendiri, contohnya lihat gaya tulisan dari blogger palembang ini  fajarherlambang.blogspot.com 

Risna:  

Baginya menulis adalah menyampaikan kehendak sang Khalik

Yes!!

Pak Martin suruh kita tulis saja, jadi hajar gays. Stop bukan begitu!.

Baca tulisan ini;

sampaikanlah sesuatu dariku Kata Rosul Walau 1 ayat, dari Situ saya pengen berbagi pada sobat semua yang bisa dilakukan lewat blog ini. (Risna: Sukaraja-Tentang admin)

 Paham maksud saya anak-anak?

Begini!

Tulislah apa yang bisa menjadi berkat bagi orang lain, sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain,  jika tidak bisa menjadi berkat bagi orang lain; setidaknya jangan menjadikan tulisanmu masalah bagi dirimu sendiri, orang lain, dan negeri ini.

Contoh:
1.     Hoax
2.     Isu SARA
3.     dan berbagai hal negatif lainnya.

Pak kalau begitu jika ada yang salah apakah kami diam saja?

Dengar anak-anak.

Saat orang baik duduk dan diam saja (baca: tidak kritis karena takut salah) maka tinggal tunggu waktu saja hancurnya suatu peradapan.

Maksud saya kalian boleh kritis, tetapi mohon dibedakan antara kritis dan hoax. Kritis artinya bicara, menulis, dan berargumen disertai dengan data, dan bukti yang jelas sumbernya. Jangan katanya, dengar-dengar, dan lain sebagainya.

Untuk sampai pada taraf kritis yang membangun butuh proses anak-anakku, saat ini saya minta kalian kunjungi sukaraja blog dan belajar dari tulisan blogger palembang itu.

Belaiu menulis dari hidup dan pengalamannya sendiri. Setiap kata yang dihadirkan selalu ditimbang, diukur, dan ditakar keberimbangannya antara hoax dan isu sara. Silahkan lihat sendiri sukaraja.com

Kang Nata: 

Pengalaman itulah idemu menulis

Anak-anak soal blogger yang satu ini, jujur saya tidak terlalu paham, siapa beliau?, tetapi dari blognya kalian bisa belajar anak-anak. Judul blognya saja kisah kang Nata;  saat kalian berkunjung dan melihat blognya, semua tulisannya seputar aktifitas sehari-hari sang admin. Jadi kalianpun bisa melakukan hal yang sama, karena setiap kita pasti memiliki kisah, itu pasti anak-anak.

Woiii, dengar dan jangan ribut!

Kalian pasti pernah mengalami hal-hal berikut:

1.     Kisah saat berseragam putih abu-abu (dihukum guru karena ketahuan bolos, pacaran sampai lupa jam belajar, ketahuan nyontek, sibuk mengurus Osis sampai nilai jelek, terlambat ke sekolah, dan lain-lain).

2.     Menang lomba saat sekolah. Tipsnya apa saja supaya bisa jadi pemenang, bagikan itu semua lewat tulisanmu; dengan berbagi berkat akan selalu melimpah.

3.     Pertama kali rasanya jatuh cinta, sekaligus putus cinta. Bagaimana sekarang kalian bisa bangkit dan melanjutkan hidup, bagikan hal itu kepada orang lain siapa tahu berguna.

4.     Pengalaman terpilih menjadi pelayan gereja.

5.     Pengalaman anak daerah yang bersekolah di Jakarta dan lain-lain.

Semua itu kisah.

Sama seperti Kang Nata, blogger yang menjadikan hidup adalah konten blog. Kalian bisa belajar dari tulisan-tulisan beliau.

Jadi jangan bingung mau menulis apa? tulislah apa yang kalian alami tetapi bukan hoax, apalagi isu sara. Cek isi blog kang Nata di kisahkangnata.blogspot.com

Ngeblog itu asik anak-anak, seperti asiknya kamu sama si dia?Apaan si pak Martin ini, ribet!!! lihat Asikpedia. Jawabannya ada di sana (#bukan Bahasa Manado ya)

Mas Aris: 

Dari Kisah jadi Uang

Anak-anak kalian pernah dengan pameo ini, kid zaman now generasi tanpa kantor. Itu semacam istilah yang diberikan kepada generasi zaman digital. Mereka yang menggeluti dunia youtuber dan blogger, mereka bisa bekerja di mana saja, dari kata bisa menjadi uang.

Contoh

Kisah Aris, ini nama blog yang berisi cerita travelling dan pengalaman seorang blogger asal Salatiga. Saat berkunjung dan melihat blognya, kalian akan melihat semacam gambar diantara tulisannya. Saat kalian klik ternyata bukan gambar melainkan beberapa informasi tertentu. Itu uang,  maksudnya iklan dari google adsense.
Tidak percaya kalau kata bisa menghasilakan uang lihat di sini

Artinya apa anak-anak?

1.     Menulis bisa membuat nilai Bahasa Indonesiamu bagus, iya karena menulispun bagian dari pelajaran Bahasa Indonesia yang harus dinilai oleh guru.

2.     Menulis adalah cara terbaik untuk melatih dirimu agar sukses saat skripsi (kalau tidak kuliah jangan berhenti menulis poin pertama dan ketiga ada untuk kalian).

3.     Menulis bisa menghasilkan uang, kunjungi helloiamaris.blogspot.com lihatlah uang di blog tersebut.

Intinya:

1.     ‘Pindahkan isi’ kepalamu ke laptop atau gadjet itulah teori menulis yang paling sederhana dan bisa kalian lakukan.

2.     Tulislah apa yang engkau alamai dan kalian tahu.

3.     Abaikan Bahasa Indonesia baku karena soal kebakuan kita bicara pada ruang yang berbeda (Baca: kelas).

4.     Selama tidak hoax, isu sara, dan menebarkan kebencian. Apapun yang kalian tulis adalah benar.

5.     Kalau tidak menulis dari sekarang apakah anda bisa menyelesaikan 100 lembar skripsi sarjanamu?

6.     Kata bisa menjadi duit, untuk mencapai itu langkah pertama adalah mulailah menulis dari sekarang. SEKARANG!!!!!

Selamat berlibur anak-anakku, Tuhan berkati kalian semua.

Notes:

Jangan lupa update blog kalian dan shere ke grup.

NEXT ARTICLE Next Post
This Is The Oldest Page
NEXT ARTICLE Next Post
This Is The Oldest Page
 
banner

Delivered by FeedBurner